oleh

Listyo Sigit Diserang Isu Agama, Jari 98 : Gak Ngaruh, Tetap Didoakan Santri Jadi Kapolri

-News-56.448 views

JAKARTA – Presiden Jokowi dikabarkan memilih Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. Idham akan memasuki masa pensiun akhir Januari 2021 ini.

Namun, Eks ajudan Presiden Jokowi tersebut sudah digoyang isu agama.

Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) pun menegaskan bahwa pengangkatan Kapolri adalah hak preogratif Presiden RI.

“Jadi apapun agamanya itu sudah diatur oleh UUD 1945, sifatnya konstitusional. Jadi sah-sah saja,” ungkap Wasekjen JARI 98 Donny Fraga Wijaya, hari ini.

Menurutnya, jika ada yang persoalkan calon Kapolri berada di luar agama Islam itu jelas diskriminasi. Kendati demikian, kata dia, kasus SARA sudah pernah dialami Komjen Listyo. Saat itu, Listyo banyak ditentang terkait jabatannya sebagai Kapolda Banten pada 2016. Salah satu yang mengkritik adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saat menjabat sebagai Kapolda Banten, justru Kapolda Banten lebih disayang dan dicintai para alim ulama. Dan identitas agama tidak menjadi syarat untuk menjadi calon Kapolri. Pasal 11 Ayat 6 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 menyebut, calon Kapolri adalah perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier,” bebernya.

Dikatakannya, kewenangan memilih Kapolri ada di tangan Presiden Jokowi. Sehingga, siapa pun yang dicalonkan tentu sudah dikalkulasi dengan cermat oleh Presiden Jokowi.

“Yang penting beliau miliki seabrek-abrek reputasi, integritas, kapabilitas, humanis dan pengayom. Dalam penegakan supremasi hukum tidak pandang bulu,” tuturnya.

Kata dia, terbukti selama 3 hari banyak para Santri yang mendoakan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo agar menjadi Kapolri. Dan Listyo dekat dengan para Santri.

“Silahkan di cek kedekatan beliau dengan para santri yang berada di Ponpes Al Hidayah Cisantri Pandeglang Banten asuhan Almarhum Abuya Bustomi bin H. Jasuta, Ponpes Nurul Hijrah asuhan KH. Abu Hanifah Thoyyib, Ponpes Roudhothul ‘Ulum asuhan Abuya Murtadho bin Abuya Dimyathi dll,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed